top of page
pattern icon logo website klinik aborsi raden saleh jakarta.png

Dilatasi Evakuasi (D&E)

Prosedur tindakan aborsi di klinik aborsi raden saleh jakarta.png

Dilatasi Evakuasi (D&E)

Dilatasi evakuasi atau D&E (Dilation and Evacuation) merupakan salah satu metode tindakan medis yang digunakan dalam kondisi tertentu dan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan serta pertimbangan dokter.

Pemilihan metode penanganan tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan usia kehamilan. Dokter perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien, hasil pemeriksaan, usia kehamilan, serta faktor klinis lainnya.

Apa Itu Dilatasi Evakuasi ?

Dilatasi evakuasi (D&E) adalah tindakan medis yang melibatkan proses pelebaran serviks dan pengeluaran jaringan dari dalam rahim dengan teknik yang ditentukan oleh tenaga medis.

Dalam pedoman WHO, D&E merupakan salah satu metode yang direkomendasikan untuk tindakan aborsi bedah pada usia kehamilan 14 minggu atau lebih, dengan penilaian klinis tetap diperlukan untuk setiap pasien.

D&E berbeda dengan istilah “kuret” yang sering digunakan secara umum. Karena itu, pasien sebaiknya mendapatkan penjelasan dari dokter mengenai metode yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

​

Kapan Dilatasi Evakuasi Dapat Digunakan?

Keputusan mengenai penggunaan D&E ditentukan berdasarkan evaluasi medis. Beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan antara lain:

​

Usia Kehamilan

Usia kehamilan merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan metode penanganan. WHO merekomendasikan D&E untuk tindakan aborsi bedah pada usia kehamilan ≥14 minggu.

​

Kondisi Kesehatan Pasien

Dokter akan mempertimbangkan kondisi kesehatan secara keseluruhan sebelum menentukan tindakan.

​

Hasil Pemeriksaan

Hasil pemeriksaan membantu dokter memahami kondisi pasien dan menentukan pilihan penanganan yang sesuai.

​

Pertimbangan Klinis Dokter

Setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda sehingga metode yang digunakan tidak selalu sama.

Pemeriksaan Sebelum Dilatasi Evakuasi

Sebelum menentukan tindakan, pasien perlu menjalani konsultasi dan pemeriksaan sesuai kebutuhan medis.

Konsultasi dengan Dokter Sp.OG

Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan, kondisi yang sedang dialami, serta informasi lain yang diperlukan untuk menentukan langkah berikutnya.

​

Pemeriksaan Medis

Pemeriksaan dapat dilakukan sesuai kondisi pasien dan kebutuhan klinis.

​

Pemeriksaan USG Bila Diindikasikan

USG dapat digunakan ketika dokter menilai pemeriksaan tersebut diperlukan untuk membantu evaluasi kondisi pasien.

Prosedur tindakan aborsi di klinik aborsi raden saleh jakarta.png

Bagaimana Dokter menentukan Pilihan Penanganan

Pemilihan metode tidak dilakukan berdasarkan satu faktor saja.

Dokter dapat mempertimbangkan:

  • usia kehamilan;

  • kondisi kesehatan pasien;

  • hasil pemeriksaan;

  • riwayat kesehatan;

  • kondisi klinis yang ditemukan;

  • metode yang tersedia;

  • serta pertimbangan medis lainnya.

Karena itu, konsultasi langsung dengan dokter Sp.OG menjadi bagian penting sebelum menentukan penanganan.

pattern background klinik aborsi dan klinik kuret raden saleh jakarta.png

Hubungi Kami via WhatsApp untuk Buat Jadwal Tindakan (Respons Cepat)

Dilatasi Evakuasi dan Kuret, Apakah Sama?

D&E dan kuret tidak selalu merupakan istilah yang sama.

Istilah “kuret” sering digunakan secara umum untuk menyebut berbagai tindakan pada rahim, padahal secara medis terdapat beberapa metode yang berbeda.

WHO membedakan metode vacuum aspiration dan D&E sebagai metode bedah yang berbeda. Untuk tindakan aborsi bedah di bawah 14 minggu, WHO merekomendasikan vacuum aspiration dan merekomendasikan untuk tidak menggunakan sharp D&C secara rutin.

Oleh karena itu, pasien sebaiknya tidak menentukan metode hanya berdasarkan istilah “kuret”, tetapi mendapatkan penjelasan mengenai metode yang sesuai dari dokter.

Prosedur tindakan aborsi di klinik aborsi raden saleh jakarta.png

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Konsultasi?

Sebelum berkonsultasi dengan dokter Sp.OG, pasien dapat mempersiapkan beberapa informasi seperti:

  • riwayat kesehatan;

  • riwayat kehamilan;

  • obat atau suplemen yang sedang dikonsumsi;

  • hasil pemeriksaan sebelumnya jika ada;

  • serta pertanyaan yang ingin disampaikan kepada dokter.

Informasi yang lengkap dapat membantu dokter melakukan evaluasi secara lebih menyeluruh.

Apa yang Perlu Dipahami Sebelum Tindakan?

Sebelum tindakan dilakukan, pasien sebaiknya mendapatkan penjelasan mengenai:

Tujuan Penanganan

Dokter menjelaskan tujuan tindakan berdasarkan kondisi medis pasien.

​

Manfaat dan Kemungkinan Risiko

Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan kemungkinan risiko yang perlu dijelaskan kepada pasien.

​

Pilihan Penanganan

Dalam kondisi tertentu dapat terdapat beberapa pilihan penanganan. Dokter akan menjelaskan pilihan tersebut berdasarkan kondisi pasien.

​

Pemantauan Setelah Penanganan

Dokter juga dapat memberikan informasi mengenai pemantauan dan kapan pasien perlu kembali untuk mendapatkan evaluasi.

loko klinik aborsi raden saleh jakarta.png

Klinik Aborsi & Klinik Kuret Jakarta menyediakan layanan medis aman oleh dokter kandungan berpengalaman. Proses steril, privasi terjamin, dan respons cepat.

Get in touch

Services

  • Instagram
  • TikTok

Powered by : Klinik Aborsi Kuret 2026

Privacy Policy

bottom of page